Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2019

Perempuan yang sangat tegar

Aku menangis mengenang lagi kisahnya hari ini. Seorang perempuan yang amat kukenal kesabarannya. Tak ku sangka dia harus diuji dengan ujian seberat itu. Meski dia seorang perempuan yang dingin dan kaku, dibalik sifat pendiamnya, aku tahu beban berat apa yang dia pendam sendirian. Tidak pernah bisa kubayangkan menjadi perempuan sepertinya. Dia kini seorang ibu dari beberapa anak yang sholeh dan membanggakan. Tapi kini ia juga seorang istri tua, setelah suaminya memutuskan menikah lagi dengan perempuan lain, di penghujung tahun kemarin. Tidak mungkin itu kabar bahagia baginya, itu seharusnya menjadi kabar sedih. Aku menerima ceritanya pun sedih, melihat dia tetap tegar dan sabar menyayangi anak-anak mereka, sekalipun kini cinta suaminya terbagi dua. Dia bilang bahwa semoga ini semua jalan dia meraih surga. Dia bilang dengan tegar bahwa dia yakin ini lah bentuk sayang Allah padanya. Dengan menguji dia dengan ujian yang tidak banyak perempuan mendapatkannya. Menguji apakah dia benar-bena...

Perubahanmu mengubahku?

Aku sebenarnya bingung dengan apa yang kurasakan sendiri belakangan ini. Masih berkaitan dengan energi negatif ku, menghilangkan kepercayaan diriku, membuat fokus ku berpaling dari hal-hal baik, dan hanya memikirkan kemungkinan terburuk. Seorang teman, yang dulu amat baik, yang dulu selalu tersenyum ketika bertemu, yang dulu hampir menangis karena takut kehilangan diriku. Tapi mendadak dia menjauh. Tanpa kutemukan apa yang salah dari hubungan kami akhir akhir ini. Dia sudah jarang mengajak ngobrol. Dia juga jarang tersenyum selebar dulu. Hanya tersenyum seperlunya yang penting sudah senyum kepadaku. Dan karena aku sudah pesimistis, sudah minder dan malu dengan diriku sendiri, juga tak sanggup untuk mendekat dan menyapa dia kembali. Membuatku takut menghadapi kemungkinan kenyataan dibalik perubahan sikapnya akhir-akhir ini. Pikiran negatif bermunculan. Membuatku menuliskan ribuan baris kesalahan yang mungkin kulakukan terhadapnya tanpa sadar. Membuat hatiku merasa bersalah setiap hari...

Energi negatif di tubuhku?

Sebelumnya aku meminta maaf karena judul postinganku kali ini sudah mulai ngelantur. Jauh sekali dari ekspektasi teman-teman yang mengenalku sebagai seorang perempuan, cantik, ceria, sering memberi semangat, punya energi ekstra, dan penuh dengan aura positif (?) Apakah kalian melihatku seperti itu? Kali ini aku akan menceritakan, atau mungkin menggambarkan tentang energi negatif yang sebetulnya lebih banyak kumiliki, jika saja bukan Allah yang menguatkanku, jika bukan Allah yang melindungiku. Selama 5 tahun terakhir, selama aku studi di sini. Setiap aku berkeluh kesah, dan itu hampir setiap saat, aku justru semakin sedih ketika akhirnya aku menyadari, aku cukup sering mengeluh. Dan terkadang aku sampai mengutuk diriku sendiri, menyalahkan diriku sendiri, sampai aku terlambat menyadari bahwa aku memang perempuan. Perempuan memang bisa saja diciptakan perasa, sensitif, kadang pun berlebihan menilai sesuatu dengan melibatkan perasaan. Tapi aku seperti hanya ada perasaan negatif yang men...