Segalanya karena Allah saja
Dia yang di dunia ini tekun berdzikir pada Allah dalam setiap napasnya. Seorang tabi'in di masanya. Ia ucapkan "Allah" di tiap tarikan napas lembut, lalu dia ucapkan "Huwa" tiap kali napasnya berhembus. Menjadi banyak rangkaian "Huwallah" yang artinya "Dialah Allah". Sungguh sebuah ritme napas yang amat indah. Karena ia bersamai tiap siklusnya dengan ingatannya pada Rabbnya. Menunjukkan betapa seluruh hidupnya hanya untuk Allah semata. Diniatkan lillahi taala. Penghambaan tertinggi yang luar biasa yang bisa kita contoh jika Allah mengizinkan, insyaallah . *** Hasbunallah wa nikmal wakil. Cukup bagiku Allah, sebaik-baik penolong. Namun ada apa dengan diri kita, mengapa begitu jauh dari merasa hidup ini dengan Allah. Setiap langkah yang kita ambil, dan pikiran selalu terpenuhi dengan tanya-tanya seperti nanti makan apa, nanti pergi ke mana, nanti belanja sama siapa. Hanya sedikit lafadz Allah yang kita lantunkan, minimal 5x setiap habis sh...