Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2019

Ragu, siapa rugi?

Menaruh ragu, siapa yang rugi, tidak berkurang yang diragukan, tapi hati sendiri yang kepikiran. Menaruh dengki, siapa yang rugi, bukan memburuk citra yang didengki, melainkan sifat sendiri yang semakin tak terpuji. Meluapkan marah, siapa yang rugi, tak akan hancur yang dimarahi, tapi akal sehat yang 'kan mengeras dan tercela sendiri. Jika saja bisa lebih sabar, maka Allah sendiri yang membersamai.

Menghindari argumen

"Nyata, setiap orang punya cara pandang yang berbeda-beda." "Namun, perbedaan itu indah, jika kita menerimanya dengan baik." "Jika semuanya ingin menang, akan terjadi adu argumen. Maksudnya adu argumen yang akan sia-sia." "Karena kita bertemu, untuk bersama menemukan kebenaran, dan saling memberi manfaat. Bukan untuk sendiri menjadi benar." Aku pernah bertemu dengan berbagai kamu dengan beragam karakter, berbeda latar belakang, tapi kita satu tujuan, yaitu kebenaran. Kebenaran agar terwujud keadilan agar semua dapat hidup bahagia. Kalau aku kekeuh dengan nilai kebenaran yang kuyakini, namun menafikan seluruh nilai kebenaranmu, tanpa perlu sedikit pun peduli, maka apa artinya aku (merasa) benar sendirian? Sekejap, hanya bangga akhirnya aku yang diakui semua orang sebagai paling benar. Merasa semua dalam diriku adalah kelebihan dan kekurangan adalah selain diriku. Mengacuhkan nilai benarmu tanpa mau mendengar. Berakhir sendirian. Karena kamu m...