Apa kamu mengenal orang-orang yang merindukan kematian? Apa kamu kenal rasanya rindu bertemu dengan Rabbi, sehingga tak ingin rasanya hidup lebih lama? Apa kamu pernah tahu bahwa para ulama begitu mendambakan kematian karena hidup terlalu lama membuat mereka takut jika dosa juga semakin banyak? Bukannya takut mati. Bukannya takut kehilangan dunia ini. Karena kita semua sedang menuju tujuan paling akhir kita, yaitu mati, dimana disitulah hidup kita dimulai lagi, hidup yang jauh lebih kekal abadi, di akhirat nanti. Bagi mereka yang rindu kematian dan menjadikan akhirat tujuan akhirnya, bagi mereka, ternyata hidup seluruhnya adalah ujian. Ketika mereka gembira, mendapatkan banyak harta rejeki, bertemu dengan teman-teman baik, memperoleh anak-anak yang sholeh dan sholehah, mereka tidak sombong. Karena kegembiraan bagi mereka adalah ujian syukur. Mereka justru merasa diuji lewat hal-hal baik, melihat apakah mereka bisa bersyukur, bisa kah mengakui bahwa semua itu atas karunia Allah buk...
Bismillahirrahmanirrahim. . Selamat pagi, semuanya! Sudahkah kita memulai sesuatu dengan bismillah, dan meniatkan semuanya untuk beribadah kepada Allah? Mulai pagi ini, mari kita awali setiap kegiatan kita dengan bismillah ya. Kenapa? Agar setiap amalan kita dapat berkualitas akhirat, agar segala perbuatan dicatat sebagai hal yang baik, dan diterima oleh Allah SWT. Bagaimana dengan kualitas dunia? Insyaallah, jika Allah saja mengakui perbuatan kita, maka apalagi hamba Allah bukan? Jika tulus dalam setiap perbuatan kita, masyarakat akan menerima dan merasakan kebaikan itu. Lalu, mana dulu, kualitas dunia atau kualitas akhirat? Tentu, jika bisa keduanya akan lebih baik. Tapi kalau harus memilih salah satu, maka, pilihannya tentu saja kualitas akhirat. Karena, hidup di dunia hanya sementara dibandingkan dengan kehidupan akhirat. Apa yang kita jalani saat ini mungkin akan berakhir saat kita mati, mungkin 60 tahun, mungkin sampai 90 tahun yang itu pun sudah lama sekali rasanya. Akan te...
"Nyata, setiap orang punya cara pandang yang berbeda-beda." "Namun, perbedaan itu indah, jika kita menerimanya dengan baik." "Jika semuanya ingin menang, akan terjadi adu argumen. Maksudnya adu argumen yang akan sia-sia." "Karena kita bertemu, untuk bersama menemukan kebenaran, dan saling memberi manfaat. Bukan untuk sendiri menjadi benar." Aku pernah bertemu dengan berbagai kamu dengan beragam karakter, berbeda latar belakang, tapi kita satu tujuan, yaitu kebenaran. Kebenaran agar terwujud keadilan agar semua dapat hidup bahagia. Kalau aku kekeuh dengan nilai kebenaran yang kuyakini, namun menafikan seluruh nilai kebenaranmu, tanpa perlu sedikit pun peduli, maka apa artinya aku (merasa) benar sendirian? Sekejap, hanya bangga akhirnya aku yang diakui semua orang sebagai paling benar. Merasa semua dalam diriku adalah kelebihan dan kekurangan adalah selain diriku. Mengacuhkan nilai benarmu tanpa mau mendengar. Berakhir sendirian. Karena kamu m...
Komentar
Posting Komentar