Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2016

mencintaimu dalam 4 musim

ketika salju mulai turun tanpa sebab yang menandakan musim dingin kamu membekukan semua perasaan kecuali rasa ku berharap kepada sesuatu ketika angin hangat datang menandakan musim gugur kamu menggugurkan semua bagian tubuhmu kecuali tangkai-tangkai tempat ku berharap lalu seketika kucing-kucing berendam di kolam taman dan kita tahu ini musim panas kamu membiarkan orang-orang berteduh kecuali diriku yang malu menyimpan harap dan kini musim semi telah hadir bunga-bunga mu bermekaran begitu cantik membuat kita kini berdiri di tempat yang sama karena hatiku bermekaran bunga yang bunganya lebih cantik karena harapan yang tumbuh selama 4 musim kita pelihara bersama

pesona Mawar

Tidak seperti kamu. Aku tak suka suasana serius. Kau tahu, suasana dimana semua yang kuharap bisa jadi humor justru menjadi senjata makan tuan dan benar-benar menghancurkan mood ku. Aku punya sebuah kisah, tentang perempuan tercantik di sekolahku. Memang cantik, tapi sayang sekali dia orang yang sangat-sangat-sangat serius. Serius nya keterlaluan. Sampai aku overdosis. But because everything becomes fine since it's by her, keseriusan dia ada baiknya juga. Terutama dalam kepanitiaan. Namanya Mawar. Mungkin seperti dirinya. Cantik, tapi berduri, alias galak. Tadi sore, aku menghadiri rapat OSIS yang akan kupimpin sendiri. Mawar pun hadir sebagai wakilku. Ya, aku ketua OSIS di sekolah. Dan beruntungnya aku, karena Mawar yang cantik jelita itu yang menjadi wakilnya. Pfftt.. kadang sih iya. Rapat kali ini membahas soal pembagian panitia dan alokasi dana untuk beberapa acara yang akan dilaksanakan di sekolahku. Beberapa acara akan dilaksanakan di sepanjang perayaan ulang tahun sekolah. M...

ketika ujian

Tidak akan cukup. Hanya dengan meyakini semuanya kan baik-baik saja. Tidak akan cukup. Hanya dengan menghadapi semua dengan senyuman dan berpikir positif. Tidak akan cukup. Hanya dengan menjalani semua dengan sabar dan bersemangat. Lantas menikmati pelik di hati tanpa berusaha melepas diri darinya. Tapi ikhlas akan cukup. Ikhlas hingga tiada sesuatu apapun yang dirasa pahit. Dan menjadikan akhirat satu-satunya motivasi dalam hidup. Karena benar adanya, motivasi keduniaan itu palsu. Berharap pada keduniaan itu amat lemah. Dunia yang keji ini hanya untuk singgah. Sedang akhirat yang damai ialah tujuannya. Izinkan ikhlas bersemanyam di qalbu. Hati kami. ... /katanya, kalau kita minta kepada Allah supaya diperingan ujiannya, itu berarti kita nggak tahu diri. siapa kita, sudah bisa memberi apa ke Allah? kok enak minta-minta? padahal ujian kita itu gak seberapa dibandingkan Nabi Ibrahim yang dibakar hidup-hidup, atau Nabi Ayyub yang sakit sampe 7 tahun, atau Nabi Musa yang menghadapi ayahnya...