Postingan

Ingin Ku Ber-Rendah Hati

Inginnya aku untuk selalu tersenyum pada sikap semua sahabatku yang mengesalkan, tapi tak pernah bisa. Inginnya aku untuk selalu memahami teman-temanku yang kadang marah mungkin karena dia sedang susah, tapi aku tak bisa. Inginnya aku untuk memilih mengerti daripada mencemooh kekurangan orang lain di mataku, tapi aku selalu lupa. Salah memilih untuk selalu merendahkan dan menyalahkan dia atas kekurangannya yang tak seberapa. Aku tega. Inginnya aku untuk selalu menerima sahabatku dengan salah dan benarnya, dengan semua kurang dan lebihnya, tapi aku selalu lalai akan lebihnya. Aku selalu dahulukan ego dan perasaanku setiap kali muncul rapuhnya dia. Aku egois dan lupa ber rendah hati. Aku lalai menjaga perasaan ini. Inginnya aku selalu ber rendah hati. Inginnya aku hilangnya keegoisanku ini. Inginnya aku selalu mengerti dengan pengertian yang lebih luas. Inginnya aku selalu lebih memahami dengan pemahaman yang dalam. Hanya inginnya aku. Karena lemahnya perasaanku ini. Karena lalain...

Memahami kode-Mu, yang terbaik

Jika dipikirkan terus, aku tak akan menemukan keputusanku. Jika ditimbang terus, aku tak akan sampai pada kesimpulanku. Karena aku lemah. Allah bilang ilmu manusia itu terbatas, sedangkan ilmu Allah tidak terbatas. Allah yang menurunkan wahyu ke para nabi. Allah yang utus dan beri petunjuk ke para rasul. Kalau ke aku yang manusia biasa ini, Allah cuma bisa kasih kode-kode. Hanya saja aku harus pandai memahami kode-Nya. Dalam setiap keputusan, aku harus menyerahkan diri sepenuhnya pada-Nya. Dalam setiap perencanaan, aku harus yakin kalau ketetapan Allah yang terbaik. Suatu hari ada pangeran muda, tampan, hafal al-quran dan membawa banyak warisan datang ke kediamanku di pucuk kalbu. Merasuk lewat mata dan turun ke hatiku. Pangeran menawariku tumpangan tepat di belakangnya di pelana kuda perang. Aku hanya mampu tersipu dan terus murung. Karena menurut ayah, sang raja di hidupku, aku tak tampak siap untuk pergi dari pelukan ayah dan ibu. Menunggu terlalu lama, tampaknya pangeran terge...

Dipaksa Bilang

Kamu orang yang tertutup. Terlahir tertutup kemudian belajar caranya public speaking selama 12 tahun kamu bersekolah. Besar tetap tertutup sekalipun kamu mencoba berpikiran terbuka dan selalu ceria. Kamu introvert. Memahami dunia dan berinteraksi dengan cara diam yang intens. Menikmati keseharianmu dalam berbagai aktivitas, sendiri, menutupinya dari orang-orang yang kamu kenali. Sesekali merasa aneh jika ketahuan. Seringkali merasa takut jika dipaksa bilang. Dipaksa bilang. Dipaksa menceritakan kebaikan yang kamu lakukan secara diam-diam. Dipaksa menjabarkan perasaan. Dijejali oleh ide-ide keterbukaan yang menurutmu tidak masuk akal. Dimintai tolong untuk selalu terbuka pada apa yang kamu pikirkan. Tapi kamu tidak suka, meski dunia memaksa kamu untuk bicara. Hanya air mata mu yang keluar karena kamu kehabisan logika yang tepat untuk mencurahkan yang sebenarnya kamu rasakan. Sebanyak apapun kamu berusaha bilang, sebanyak itu pula kamu merasa semakin buruk. Karena kamu memahami dirim...

#mentalhealth Am I depressed?

Feeling uneasy, can't stop questioning why i'm not moving any where. Being stuck in my room for several days, didn't have any energy to say hi even to my roommate who I always meet every night. Didn't have any appetites. I didn't have any plans.  But I'm grateful that I still breath, still can see every beauty from this world, the sky, the nature, the road, and the beautiful me. Mwehehe. But, maybe, am I alone? There's no one I can tell them about my worry. No one I can cry on their shoulder. No one I can share them all my opinion. I was afraid. Always feeling this was all frightened. Every morning seems cold. Every night seems so hard. I need home. I need my mom, my dad, and my brother or sister. I just think that I couldn't go on my life again. I need to stop, to breath slower, to breath deeper. To think again what I'm gonna do later. To make my life happier.

#coasslife Pasien Pengabdian

Kali ini aku mau bercerita tentang pasien kasus ujianku di stase penyakit dalam. Seorang bapak, usianya 64 th, sebut saja Pak M. Kenapa ku sebut pasien pengabdian, karena pengabdiannya terhadap ujianku lumayan, pengorbanannya yang begitu besar. Pak M. sebetulnya sudah dari awal menyadari bahwa dirinya menjadi pasien ujianku, kasarnya sih dibuat percobaan oleh seorang sarjana kedokteran bodoh yg sedang menimba ilmu di keprofesian. Kebetulan, Pak M. lah yang "beruntung" yang ditunjuk oleh dokter pembimbingku untuk menjadi pasien ujianku. Namun, qadarullah Pak M. tetap bersedia dan begitu sabar selama pemeriksaan oleh koas lamban seperti aku. Hehe. Kata dokter konsulenku waktu itu, "Pak M., setelah ini kita diskusi di poli ya sama dokter mudanya. Nanti dokter mudanya yang periksa." Sambil bersalaman dengan Pak M. Aku pun tersenyum lebar (lebih karena kaget karena mendapatkan kasus yang sulit) dan memperkenalkan diriku kepada Pak M dan istrinya yang bercadar. Alamak ...

#coasslife Pasienku Gila dalam Sholat dan Dzikirnya

Pasienku perempuan, panggil saja Ibu M, usianya 55 tahun ketika dia menderita gangguan di dalam pikir dan jiwanya. Pasienku datang ke IGD pada pukul 14.30, duduk menekuk lututnya, masih memakai mukena atas dan bawah yg tidak matching, dimana kulihat bibirnya yg ungu terus menggumamkan nama Tuhannya, Allah. Laa ilaa ha illallah muhammadun rasulullah. Allah.. orang ini sama sekali ndak kelihatan lemah atau sakit jd kenapa sampai dibawa kesini? Dokter jaga IGD memanggil dan menyuruhku memeriksa pasien itu di ruang triase. Ruang triase seharusnya jadi tempat untuk menentukan level kegawatan pasien-pasien yang datang ke IGD. Namun karena semua bed di IGD sudah penuh, pasienku jadi prioritas terakhir utk ditempatkan di bed. Pemeriksaan pun kulakukan di meja triase. Pasiennya lalu ku tensi, ternyata tinggi waktu itu 150/100. Kutanya ibu sakit apa, dia bilang dadanya begitu sakit, berpindah-pindah sepanjang lapang perut dan dada. Cara ibu mendefinisikan lokasi nyeri di dadanya itu tidak kh...

#mimpi Nasihat Abang

Semalam aku bermimpi tentang kebaikan Abang. Abang tahu saja aku sedang stress akhir-akhir ini. sampai banyak sekali jerawat yang muncul di daguku yg umumnya akibat stress dan hormonal. Abang datang dalam mimpiku dan menasehatiku supaya tidak stress. Abang mengajakku jalan-jalan dan beli martabak telur di perjalanan pulang. Sayangnya aku sedang menghindari telur supaya tidak berjerawat jadi hanya Abang yang makan martabaknya. Kira-kira nasehat Abang seperti, "Apresiasi dirimu sendiri dek dengan hal-hal kayak gini. Makanan, hadiah, jalan-jalan. Dengan begitu kamu ga begitu stress. Beri sedikit reward atas semua pencapaianmu." Nice, Abang! Hari ini aku tidur nyenyak.