Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2018

#mimpi Nasihat Abang

Semalam aku bermimpi tentang kebaikan Abang. Abang tahu saja aku sedang stress akhir-akhir ini. sampai banyak sekali jerawat yang muncul di daguku yg umumnya akibat stress dan hormonal. Abang datang dalam mimpiku dan menasehatiku supaya tidak stress. Abang mengajakku jalan-jalan dan beli martabak telur di perjalanan pulang. Sayangnya aku sedang menghindari telur supaya tidak berjerawat jadi hanya Abang yang makan martabaknya. Kira-kira nasehat Abang seperti, "Apresiasi dirimu sendiri dek dengan hal-hal kayak gini. Makanan, hadiah, jalan-jalan. Dengan begitu kamu ga begitu stress. Beri sedikit reward atas semua pencapaianmu." Nice, Abang! Hari ini aku tidur nyenyak.

#kisahkawan Abangnya Dea

Lahir selisih 2 tahun, di tanggal yang sama, kupanggil dia Abang. Aku pada pukul 9 malam, tepat di hari yg sama saat Abang berusia 2 tahun. Abang adalah teman ku di kala senang, sedih, berhasil, atau saat gagal. Aku mengenalnya kurang lebih 4 tahun yang lalu, saat masa-masa kami masih ospek di kampus ku di jogja. Waktu itu dia menjadi sekretaris acara bakti sosial, sedangkan aku menjadi koordinator publikasi, dokumentasi dan desain. Kami mulai mengenal dan banyak berinteraksi kala itu. Kami pun menjadi teman baik setelah melewati banyak debat dan gesekan selama kepanitiaan. Abang orang yang paling baik yang pernah kukenal. Dan aku org yg jahat, meninggalkannya di jogja setelah setahun kami berteman, untuk melanjutkan studi di tempat lain yang jauh di jember. Padahal, aku tidak yakin akan bahagia dan menemukan orang baik sepertinya di jember, tapi aku nekat berangkat dan meninggalkan harta berhargaku di jogja, yaitu teman, teman yang tulus. Aku ingat, Abang selalu berusaha mengerti a...

#refleksi terpaksa kah kuliah di FK?

Oh ya. Pertanyaannya masyaallah. Bagi beberapa orang yang dekat sama aku di jember, pasti merasakan, aku begitu tidak menikmati kehidupanku di fk sini. Perihal kuliah yg banyak materi, persoalan yg sedikit rumit, tugas-tugas yang banyak, aku pun sedikit-sedikit banyak keluhan. Sedikit banyak murung dan berkesedihan. Sedikit-sedikit mengalah pada setiap masalah, berlari, menepi, dan menghindari semua kemungkinan. Takut mencoba hal-hal baik karena keminderan. Intinya, bagi orang-orang itu, hidupku disini tidak seasik yang dulu-dulu. Tidak seberagam dengan kisahku di tempat rantau sebelumnya. Aku tidak semangat seperti di sekolah ku yang dulu. Tidak ada gairah untuk membangun peradaban di lingkungan yang baru. Cenderung diam menghindar dan menikmati hidup tapi seolah aku menderita terus. Yah, bagiku, semua ini tentang tiadanya rasa syukur. Aku mendeteksinya sekitar 2 tahun yg lalu, ketika sahabatku dari Jogja berulang kali mengingatkanku untuk lebih ikhlas dan bersyukur. Hatiku sungguh...

#ceritadiri kenapa minder?

Mengapa aku seperti minder? Perasaan ini sudah mulai aku rasakan sejak 4 tahun yg lalu. Pertama kali muncul sejak aku menjalani ospek fakultas sebagai maba di FK UNEJ. Lain sekali dengan ospek yang aku jalani di gadjah mada. Di saat dulu aku merasa begitu bangga dengan almamaterku dan jogja, tapi lantas kenapa aku justru merasa tertekan dan kerdil dgn almamaterku yg baru dan jember? Dulu kupikir perasaan minder itu muncul karena aku dipaksa masuk fk. Aku menyalahkan orang2 yang memaksaku masuk fk. Aku pun menyalahkan diriku yg begitu nurut dan tanpa pikir panjang mau meninggalkan studi pertanian ku di ugm. Bodohnya, aku jadi lupa untuk mensyukuri setial nikmat yg Allah beri padaku. Setiap hari aku hanya mengeluh dan seolah paling menderita dengan keadaanku. Rasa minder pun lambat laun menggerogoti fisik dan hatiku. Sakit menjadi sahabat setia sejak aku pindah merantau ke tanah Jember. Mundur jadi kata favorit di setiap kesempatan yang datang padaku di Jember. Lari adalah pilihan ter...

#seharibercerita a long weekend

Ahad, 3 Juni 2018. Aku katakan. Aku bahagia sehingga aku sanggup menuliskannya. Hari ini minggu. Sudah 3 hari aku berlibur, long weekend. Tidak ada rencana khusus, aku hanya dirumah. Sebetulnya aku memiliki target menyelesaikan buku paket farmako ui, namun aku urung membuka bukunya setelah kemarin ku habiskan beberapa bab saja. Kupikir karena aku lelah. Sedari pagi aku hanya berbaring di kasur empuk, sambil bercengkerama dengan gadget ku. Menjelang jam 1 siang, ku bersiap-siap. Kawan2 ku mengajak rapat untuk membahas kegiatan kita 4 bulan ke depan. Kawan2 yg mengajakku bermimpi mengukir sejarah dalam dunia dokter muda di subandi. Dua kawan ku sedang menempuh stase bedah, satu nya stase obsgyn. Mereka bertiga sedang di masa2 sulit. Tidak seperti aku yg di stase radiologi. Syukurlah. Kami berempat memulai rapat jam setengah 2. Sedikit molor krn salah seorang kawan baru selesai dari kegiatannya mengisi penyuluhan di suatu sekolah. Dia memang membanggakan. Jalannya rapat tidak teras...