Postingan

dan manusia pun hidup walau ia sudah mati

Pada akhirnya manusia hanya butuh dua, kebahagiaan dan harta. Namun cukup kebahagiaan dan itu jauh lebih berharga. Maka sungguh sebentuk keindahan bagi orang2 yg paham. Dengan hidup sederhana serta pemahaman baik atas lingkungan sekitarnya, seorang manusia akan tetap hidup sehingga ia menua dan mati pada akhirnya. Bukan hidup mewah2an dan serba diada2kan. Bukan hidup di dunia maya saja lantas hilang di lingkungan sekitarnya. Bukan banyak bicara sedikit membaca. Bukan menghalalkan yg hina dan menjauhi kebenaran. Tapi apa adanya saja. Bersama hati manusia tahu mana baik mana yg tidak. Bersama akal manusia tahu mana pantas mana yg tidak. Bersama jiwa manusia tahu mana bahagia sejati mana yg tidak.

because of fams

Gambar
do i give up  since  I have no effort to hope? Sisca, Azizah, Azka, Hilmy, Habib, and Zidan Mimu sama Bapak Azizah(yang besar) dengan Adeeba(pastinya yang kecil) Me and Grandma, I call her "Mbah Uti" That's for them. I'm still standing up and trying to face my better tomorrow. It's my comitment from now: to be better per-Second. :) NICE!

4 tahun

4 tahun bukannya sebentar bakal rentetan perubahan yang datangi hidupmu kemudian tidak berarti kamu akan kalah lalu menjadi lemah tanpa rona  percayalah kamu butuh satu-satunya jalan adalah berusaha menjadi hebat kamu lebih dari bisa memimpikannya pun sudah luar biasa jadikan ia hiburan sehari-hari walau nantinya kan dikubur dalam-dalam   turuti kepercayaan semua ini tak lebih dari keniscayaan peruntukkan yang baik tinggal apa hati meng-iya atau meniadakan dengan lantang emosian 4 tahun kamu akan diterjang masih mau mengabdi di usia 20-21an? benarkan siap dalam rentang singkat, hah? percayamu perlu dalam semua bisikan hatimu itu jawaban satu kunci kamar bahagia penghuni ruang tanpa ratapan dan derita hanya soal waktu kapan kamu mau gunakan semua sudah ada dan telah lama menanti kamu datang ayolah, sentakan-sentakan kecil itu  suatu hari akan menjelman besar jika tetap kau diam kau biarkan nanti bersarang ...

arifafa hlt

Apakah kalian mengenalku? Arifafa Hlt itu cuma nama penaku. Entah pasal apa, waktu itu aku bosan menggunakan nama asli di akun fb-ku. Malam sekali di rumahku di Ngawi, aku memutuskan untuk menggantinya. Jika kau tanya maksud nama itu apa, maaf sekali, untuk saat ini aku belum bisa mengutarakannya. Mungkin besok. Atau esok lusa. Atau bahkan di penghujung jalan hidupku kelak. Ketika aku sudah jadi orang besar. Ketika aku sudah jadi orang berguna, hidup pun bahagia. Ketika itu saja. Aku suka sekali menulis. Rasanya senang tiap berhasil menghubungkan kata demi kata, hingga terciptalah sebuah kalimat padu nan indah di depan mata. Aku menulis setiap hari. Di buku diary, buku sekolah, kertas-kertas, notes, dan masih banyak lagi. Dan aku merasa senang akannya setiap hari. Makin lama, tulisan-tulisanku kian bermakna. Meski tak pernah sehebat tulisan tere-liye ataupun teenlit-teenlit yang banyak berjejer di toko buku ibu kota., rasanya tetap istimewa. Apalagi saat kalimatmu terasa dal...

kisah ini buat kamu

Gambar
SELAMA INI BUKAN DIA “Ayolah.” “Diam!” “Lho? Kenapa tiba-tiba kau marah?” “Diamlah! Aku pusing, nih!” “Baiklah.” Aku pergi. Sesungguhnya MD orang yang baik, hanya sedikit galak saja. Tabiat buruk yang langsung aku tahu sejak awal mengenalnya. Kuputuskan untuk meninggalkan MD seorang diri. Dia pasti butuh waktu untuk merenungi semua itu. Dedaunan kering melambai lembut mengiringi langkahku. Angin-angin ini mebuatku khawatir kelilipan saking kencangnya. Kulihat, awan hitam itu menggantung santai di atas genteng sekolah. Menemani MD yang bergumul resah dan marah sejak siang tadi.

what's your idea?

Gambar
 WOI! WOI!  BESOK 10 - 11 - 12 <<<<<<<< http://www.durationpress.com/tuumba/images/whatis.jpg Don't let tomorrow run as usual! Make something different, okey?

sesederhana itu boy perasaanku

Mungkin, aku tak memiliki kenangan manis saat bersamamu. Hanya tertawa biasa. Hanya bercanda biasa. Hanya sempat bersua yang tak lebih dari biasa-biasa saja. Aku hanya senang bisa melihat senyummu. Bahagia mendapatimu baik-baik saja, bercanda dengan kawan-kawanmu di sana. Meski hanya bisa melihatmu dari jauh, tetap saja, desir halus itu berhasil menjangkau nadiku. Dan terpaksalah aku, menahan diri untuk tidak terlihat salah tingkah di depan matamu. Jika kau mengerti betapa keras usahaku untuk terlihat biasa-biasa saja. Jika kau sadari betapa berat rasanya, harus menahan pipi ini bersemu agar tidak membuatmu memahami perasaanku. Jika saja, dan jika ternyata, kau mulai merasa ada yang aneh pada diriku. Aku sungguh tak tahu harus bilang apa padamu. Sesungguhnya, aku belum yakin benar, apalah yang selama ini aku rasakan kepadamu. Hanya saja, ia amat berbeda. Ada keistimewaan di sana. Mungkin bagian dari keistimewaan-keistimewaan yang kau punya. Yang aku menyukainya. Membuatku s...