Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2012

arifafa hlt

Apakah kalian mengenalku? Arifafa Hlt itu cuma nama penaku. Entah pasal apa, waktu itu aku bosan menggunakan nama asli di akun fb-ku. Malam sekali di rumahku di Ngawi, aku memutuskan untuk menggantinya. Jika kau tanya maksud nama itu apa, maaf sekali, untuk saat ini aku belum bisa mengutarakannya. Mungkin besok. Atau esok lusa. Atau bahkan di penghujung jalan hidupku kelak. Ketika aku sudah jadi orang besar. Ketika aku sudah jadi orang berguna, hidup pun bahagia. Ketika itu saja. Aku suka sekali menulis. Rasanya senang tiap berhasil menghubungkan kata demi kata, hingga terciptalah sebuah kalimat padu nan indah di depan mata. Aku menulis setiap hari. Di buku diary, buku sekolah, kertas-kertas, notes, dan masih banyak lagi. Dan aku merasa senang akannya setiap hari. Makin lama, tulisan-tulisanku kian bermakna. Meski tak pernah sehebat tulisan tere-liye ataupun teenlit-teenlit yang banyak berjejer di toko buku ibu kota., rasanya tetap istimewa. Apalagi saat kalimatmu terasa dal...

kisah ini buat kamu

Gambar
SELAMA INI BUKAN DIA “Ayolah.” “Diam!” “Lho? Kenapa tiba-tiba kau marah?” “Diamlah! Aku pusing, nih!” “Baiklah.” Aku pergi. Sesungguhnya MD orang yang baik, hanya sedikit galak saja. Tabiat buruk yang langsung aku tahu sejak awal mengenalnya. Kuputuskan untuk meninggalkan MD seorang diri. Dia pasti butuh waktu untuk merenungi semua itu. Dedaunan kering melambai lembut mengiringi langkahku. Angin-angin ini mebuatku khawatir kelilipan saking kencangnya. Kulihat, awan hitam itu menggantung santai di atas genteng sekolah. Menemani MD yang bergumul resah dan marah sejak siang tadi.

what's your idea?

Gambar
 WOI! WOI!  BESOK 10 - 11 - 12 <<<<<<<< http://www.durationpress.com/tuumba/images/whatis.jpg Don't let tomorrow run as usual! Make something different, okey?

sesederhana itu boy perasaanku

Mungkin, aku tak memiliki kenangan manis saat bersamamu. Hanya tertawa biasa. Hanya bercanda biasa. Hanya sempat bersua yang tak lebih dari biasa-biasa saja. Aku hanya senang bisa melihat senyummu. Bahagia mendapatimu baik-baik saja, bercanda dengan kawan-kawanmu di sana. Meski hanya bisa melihatmu dari jauh, tetap saja, desir halus itu berhasil menjangkau nadiku. Dan terpaksalah aku, menahan diri untuk tidak terlihat salah tingkah di depan matamu. Jika kau mengerti betapa keras usahaku untuk terlihat biasa-biasa saja. Jika kau sadari betapa berat rasanya, harus menahan pipi ini bersemu agar tidak membuatmu memahami perasaanku. Jika saja, dan jika ternyata, kau mulai merasa ada yang aneh pada diriku. Aku sungguh tak tahu harus bilang apa padamu. Sesungguhnya, aku belum yakin benar, apalah yang selama ini aku rasakan kepadamu. Hanya saja, ia amat berbeda. Ada keistimewaan di sana. Mungkin bagian dari keistimewaan-keistimewaan yang kau punya. Yang aku menyukainya. Membuatku s...

menukil dari catatan birunya

Gambar
Ada yang berdesir ketika ku mencoba meniti wajahmu lagi. Malam ini, diselimuti kegundahan nestapa di hati, aku merasa kembali ke masa-masa indah dulu. Ku buka album usang itu, memandangi dirimu di salah dua foto, terbingkai jelita di mataku. Untuk sekali ini saja. Cukup malam ini. Sanubariku gemetar. Karena ku sadar, itu hanya cerita lalu. Masa-masa ketika aku tertawa dan menangis bersamamu. Merasa nyaman setiap kau ada di dekatku. Tak perlu kau khawatir, aku akan baik-baik saja karna dirimu ada untukku. Aku mulai tersadar. Harapanku masih tertinggal di auramu, MD..! Senja-senja teduh, selalu ingat untuk membawaku kembali ke senja-senja biruku bersamamu. Dimana aku tak pernah lalai untuk tersenyum tiap bersua, tertawa tiap bersapa, bahagia tiap hembus nafasku hanya demi kamu. Dirimu yang mampu menyihir urat sarafku, bekerja istimewa dan mempersembahkan hanya yang terbaik untuk hidupku dan dirimu. Sempat tersebit sebentar dalam rinduku untuk kembali lagi ke masa itu. Aku ...