Postingan

bulan setengah bulat

"Bulan Setengan Bulat" setengah bulat setengah utuh seperti setengah perjalanan kita sudah setengah dasawarsa "kamu dimana?" aku tanyakan pada bulan tapi dia menjawab setengah-setengah mungkin nanti menunggu purnama dan dia menjawab penuh kesungguhan setiap malam kupandangi bulan kuberikan satu pertanyaan pertanyaan itu sama tapi jawaban tidak pernah tiba sudahlah "kamu dimana?" "apa sedang memandang bulan juga disana?" wahai, bulan setengah bulat sampaikan padanya lalu sampaikan kembali padaku "apa kabar?" "aku baik-baik saja" begitu saja cukup karena malam semakin dingin selamat malam, bulan tak sabar melihatmu utuh dan bercahaya paling terang sampai jumpa semoga esok kita bertemu semoga esok selalu bahagia 

correspondencing is really now things

Gambar

Best of Me: my beautiful mom and strongest dad

Gambar
dua sosok terbaik dalam hidupku. ayah dan ibu. ayah yang selalu memastikan aku nyaman, aku baik-baik saja, dan aku bahagia menjalani hari-hariku. ayah yang berusaha mencukupi kebutuhanku, bekerja pagi dan malam untuk biaya kuliah ku yang super mahal, hingga beliau lupa kalau yang paling membutuhkan uang itu adalah beliau sendiri. ayah juga yang selalu menghiburku jika kesulitan yang datang membuatku bersedih hati. ayah selalu berusaha melakukan yang terbaik supaya kesulitan itu pergi menjauhiku. beliau tipe orang yang melakukan segala hal baik. beliau tipe orang yang melakukan segala hal untuk membuatku tersenyum dan lega. beliau juga tipe orang yang menjadi idola semua orang disekitarnya. beliau adalah contoh terbaik yang selalu hadir di sisiku. 

october on duty

Gambar
Hai oktober! hari ini aku bertugas lagi, mengemban amanah moral untuk pendidikan bermutu nya adek2 kebangsaanku. ah apa maksudnya, hehe, intinya itu adek-adek yang belum beruntung seperti aku harus mendapatkan pendidikan terbaik di masanya. siapa lagi kalau bukan aku yang berusaha memastikannya?  aku yang amat beruntung mendapatkan pendidikan2 terbaik dari awal sekolah dulu.  pagi yang cerah, hari ini kami terlambat datang ke sekolah, karena kunci motor teman kami ada yang hilang. keberangkatan kami jadi sedikit terhambat. selain itu, jalan menuju SD Darsono sedang dalam perbaikan. bahkan motor yang kusetiri sempat terjebak di pasir dan bebatuan, membuat kami semakin lama di perjalanan. selain itu di sekitar 100 meter jalan, aku terpaksa menurunkan teman boncengku untuk berjalan kaki. demi alasan keamanan, daripada aku menjatuhkan temanku seperti waktu silam, saat aku tidak jua menguasai medan jalan. hehe

angin dan hening

Gambar
angin angin kau diam angin kau tak lagi berbisik dipukul benalu pun kau tak bergeming dari satu titik di dalam gelas itu  kau pun hanya menggenang hening begitu saja hening mendadak air ikut sepi langit tak beranjak penuh misteri ilalang tertidur tiada getaran apalagi kotak kecil ini, sunyi  pulang mungkin semuanya sedang pulang mungkin pertemuan kita sementara ini dibuang hanya harus menunggu sampai waktu aku pulang tiba hanya harus tahu aku pasti akan pulang jua meninggalkan hening sendirian karena hening karena diam karena tanpa suara tak ada pikiran-pikiran jika hening disana tak ada penciptaan sebelum hening ditinggal Tuhannya seperti tiada kemajuan jika sepi masih di udara senja selalu bahagia tapi hening hanya sibuk dalam pikiran kosong tanpa ibu dan ayah, hening ialah teman jangan biarkan hening duduk sendirian Persaudaraan langit dan hening, mengudara.. 

when i wasn't my self

Gambar
Quote banget malam ini :') sosok kakak itu kini kembali. dia bukan lagi anak SMA yang memakai baju putih abu-abu sepertiku dulu. dia kini calon psikolog, sering menjadi pembicara di berbagai pelatihan, dan sebentar lagi akan menjadi lebih hebat dari siapapun. dan dia tiba-tiba kembali, meski waktu telah lama berlalu, namun dia tetap sosok kakak yang sama, sedari dulu. kata nya aku berubah daripada setahun lalu ketika aku kuliah di jogja.. ah apa iya..

sejenak mengingat pulang

jika para perantau dikelompokkan berdasarkan lama dia merantau, maka aku akan berada di sebuah kelompok yang mungkin orang lain tidak bayangkan. usiaku 19 tahun. usia perantauanku 8 tahun. hanya 11 tahun aku tinggal di kampung halamanku, 11 tahun ketika aku berkata ingin pulang maka aku benar-benar akan pulang. ya, terakhir aku pulang pergi sekolah diantar adalah ketika aku kelas 6 SD, itu pun hanya ketika aku harus datang lebih pagi atau pulang terlalu larut, karena tidak ada lagi bis yang lewat.  Juli 2008, pertama kali aku menginjakkan kaki di ranah perantauan. jarakku dari rumah hanya 100 Km, tapi itu sudah cukup membuatku pulang hanya 2 kali dalam setahun. aku hanya pulang ketika lebaran dan penghujung tahun. begitu selama 2 tahun. namun baiknya, aku tekun sekali mempelajari agama, menghafal al-quran, memahami berbagai macam watak manusia, dan mengejar titel juara di sekolahan. hingga pada mei 2010 aku dinyatakan lulus dari madrasah tsanawiyah dengan nilai yang memuask...