Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

#mentalhealth Am I depressed?

Feeling uneasy, can't stop questioning why i'm not moving any where. Being stuck in my room for several days, didn't have any energy to say hi even to my roommate who I always meet every night. Didn't have any appetites. I didn't have any plans.  But I'm grateful that I still breath, still can see every beauty from this world, the sky, the nature, the road, and the beautiful me. Mwehehe. But, maybe, am I alone? There's no one I can tell them about my worry. No one I can cry on their shoulder. No one I can share them all my opinion. I was afraid. Always feeling this was all frightened. Every morning seems cold. Every night seems so hard. I need home. I need my mom, my dad, and my brother or sister. I just think that I couldn't go on my life again. I need to stop, to breath slower, to breath deeper. To think again what I'm gonna do later. To make my life happier.

#coasslife Pasien Pengabdian

Kali ini aku mau bercerita tentang pasien kasus ujianku di stase penyakit dalam. Seorang bapak, usianya 64 th, sebut saja Pak M. Kenapa ku sebut pasien pengabdian, karena pengabdiannya terhadap ujianku lumayan, pengorbanannya yang begitu besar. Pak M. sebetulnya sudah dari awal menyadari bahwa dirinya menjadi pasien ujianku, kasarnya sih dibuat percobaan oleh seorang sarjana kedokteran bodoh yg sedang menimba ilmu di keprofesian. Kebetulan, Pak M. lah yang "beruntung" yang ditunjuk oleh dokter pembimbingku untuk menjadi pasien ujianku. Namun, qadarullah Pak M. tetap bersedia dan begitu sabar selama pemeriksaan oleh koas lamban seperti aku. Hehe. Kata dokter konsulenku waktu itu, "Pak M., setelah ini kita diskusi di poli ya sama dokter mudanya. Nanti dokter mudanya yang periksa." Sambil bersalaman dengan Pak M. Aku pun tersenyum lebar (lebih karena kaget karena mendapatkan kasus yang sulit) dan memperkenalkan diriku kepada Pak M dan istrinya yang bercadar. Alamak ...

#coasslife Pasienku Gila dalam Sholat dan Dzikirnya

Pasienku perempuan, panggil saja Ibu M, usianya 55 tahun ketika dia menderita gangguan di dalam pikir dan jiwanya. Pasienku datang ke IGD pada pukul 14.30, duduk menekuk lututnya, masih memakai mukena atas dan bawah yg tidak matching, dimana kulihat bibirnya yg ungu terus menggumamkan nama Tuhannya, Allah. Laa ilaa ha illallah muhammadun rasulullah. Allah.. orang ini sama sekali ndak kelihatan lemah atau sakit jd kenapa sampai dibawa kesini? Dokter jaga IGD memanggil dan menyuruhku memeriksa pasien itu di ruang triase. Ruang triase seharusnya jadi tempat untuk menentukan level kegawatan pasien-pasien yang datang ke IGD. Namun karena semua bed di IGD sudah penuh, pasienku jadi prioritas terakhir utk ditempatkan di bed. Pemeriksaan pun kulakukan di meja triase. Pasiennya lalu ku tensi, ternyata tinggi waktu itu 150/100. Kutanya ibu sakit apa, dia bilang dadanya begitu sakit, berpindah-pindah sepanjang lapang perut dan dada. Cara ibu mendefinisikan lokasi nyeri di dadanya itu tidak kh...

#mimpi Nasihat Abang

Semalam aku bermimpi tentang kebaikan Abang. Abang tahu saja aku sedang stress akhir-akhir ini. sampai banyak sekali jerawat yang muncul di daguku yg umumnya akibat stress dan hormonal. Abang datang dalam mimpiku dan menasehatiku supaya tidak stress. Abang mengajakku jalan-jalan dan beli martabak telur di perjalanan pulang. Sayangnya aku sedang menghindari telur supaya tidak berjerawat jadi hanya Abang yang makan martabaknya. Kira-kira nasehat Abang seperti, "Apresiasi dirimu sendiri dek dengan hal-hal kayak gini. Makanan, hadiah, jalan-jalan. Dengan begitu kamu ga begitu stress. Beri sedikit reward atas semua pencapaianmu." Nice, Abang! Hari ini aku tidur nyenyak.

#kisahkawan Abangnya Dea

Lahir selisih 2 tahun, di tanggal yang sama, kupanggil dia Abang. Aku pada pukul 9 malam, tepat di hari yg sama saat Abang berusia 2 tahun. Abang adalah teman ku di kala senang, sedih, berhasil, atau saat gagal. Aku mengenalnya kurang lebih 4 tahun yang lalu, saat masa-masa kami masih ospek di kampus ku di jogja. Waktu itu dia menjadi sekretaris acara bakti sosial, sedangkan aku menjadi koordinator publikasi, dokumentasi dan desain. Kami mulai mengenal dan banyak berinteraksi kala itu. Kami pun menjadi teman baik setelah melewati banyak debat dan gesekan selama kepanitiaan. Abang orang yang paling baik yang pernah kukenal. Dan aku org yg jahat, meninggalkannya di jogja setelah setahun kami berteman, untuk melanjutkan studi di tempat lain yang jauh di jember. Padahal, aku tidak yakin akan bahagia dan menemukan orang baik sepertinya di jember, tapi aku nekat berangkat dan meninggalkan harta berhargaku di jogja, yaitu teman, teman yang tulus. Aku ingat, Abang selalu berusaha mengerti a...

#refleksi terpaksa kah kuliah di FK?

Oh ya. Pertanyaannya masyaallah. Bagi beberapa orang yang dekat sama aku di jember, pasti merasakan, aku begitu tidak menikmati kehidupanku di fk sini. Perihal kuliah yg banyak materi, persoalan yg sedikit rumit, tugas-tugas yang banyak, aku pun sedikit-sedikit banyak keluhan. Sedikit banyak murung dan berkesedihan. Sedikit-sedikit mengalah pada setiap masalah, berlari, menepi, dan menghindari semua kemungkinan. Takut mencoba hal-hal baik karena keminderan. Intinya, bagi orang-orang itu, hidupku disini tidak seasik yang dulu-dulu. Tidak seberagam dengan kisahku di tempat rantau sebelumnya. Aku tidak semangat seperti di sekolah ku yang dulu. Tidak ada gairah untuk membangun peradaban di lingkungan yang baru. Cenderung diam menghindar dan menikmati hidup tapi seolah aku menderita terus. Yah, bagiku, semua ini tentang tiadanya rasa syukur. Aku mendeteksinya sekitar 2 tahun yg lalu, ketika sahabatku dari Jogja berulang kali mengingatkanku untuk lebih ikhlas dan bersyukur. Hatiku sungguh...

#ceritadiri kenapa minder?

Mengapa aku seperti minder? Perasaan ini sudah mulai aku rasakan sejak 4 tahun yg lalu. Pertama kali muncul sejak aku menjalani ospek fakultas sebagai maba di FK UNEJ. Lain sekali dengan ospek yang aku jalani di gadjah mada. Di saat dulu aku merasa begitu bangga dengan almamaterku dan jogja, tapi lantas kenapa aku justru merasa tertekan dan kerdil dgn almamaterku yg baru dan jember? Dulu kupikir perasaan minder itu muncul karena aku dipaksa masuk fk. Aku menyalahkan orang2 yang memaksaku masuk fk. Aku pun menyalahkan diriku yg begitu nurut dan tanpa pikir panjang mau meninggalkan studi pertanian ku di ugm. Bodohnya, aku jadi lupa untuk mensyukuri setial nikmat yg Allah beri padaku. Setiap hari aku hanya mengeluh dan seolah paling menderita dengan keadaanku. Rasa minder pun lambat laun menggerogoti fisik dan hatiku. Sakit menjadi sahabat setia sejak aku pindah merantau ke tanah Jember. Mundur jadi kata favorit di setiap kesempatan yang datang padaku di Jember. Lari adalah pilihan ter...

#seharibercerita a long weekend

Ahad, 3 Juni 2018. Aku katakan. Aku bahagia sehingga aku sanggup menuliskannya. Hari ini minggu. Sudah 3 hari aku berlibur, long weekend. Tidak ada rencana khusus, aku hanya dirumah. Sebetulnya aku memiliki target menyelesaikan buku paket farmako ui, namun aku urung membuka bukunya setelah kemarin ku habiskan beberapa bab saja. Kupikir karena aku lelah. Sedari pagi aku hanya berbaring di kasur empuk, sambil bercengkerama dengan gadget ku. Menjelang jam 1 siang, ku bersiap-siap. Kawan2 ku mengajak rapat untuk membahas kegiatan kita 4 bulan ke depan. Kawan2 yg mengajakku bermimpi mengukir sejarah dalam dunia dokter muda di subandi. Dua kawan ku sedang menempuh stase bedah, satu nya stase obsgyn. Mereka bertiga sedang di masa2 sulit. Tidak seperti aku yg di stase radiologi. Syukurlah. Kami berempat memulai rapat jam setengah 2. Sedikit molor krn salah seorang kawan baru selesai dari kegiatannya mengisi penyuluhan di suatu sekolah. Dia memang membanggakan. Jalannya rapat tidak teras...