Postingan

Lapis-lapis Keberkahan

Ialah lapis-lapis keberkahan.. Mungkin bukan nikmat atau musibahnya,  melainkan syukur dan sabarnya.. Bukan kaya dan miskinnya, tapi shodaqah dan doanya.. Bukan sakit atau sehatnya,  tapi dzikir dan tafakkurnya.. Bukan sedikit atau banyaknya, tapi ridha dan qona'ahnya.. Bukan tinggi atau rendahnya, tapi tazkiyah dan tawadhu'nya.. Bukan kuat atau lemahnya, tapi adab dan akhlaqnya.. Bukan sempit atau lapangnya, tapi zuhud dan wara'nya.. Bukan sukar atau mudahnya, tapi amal dan jihadnya.. Bukan berat atau ringannya, tapi ikhlas dan tawakkalnya.. -Salim A Fillah-

#quote "tetap dibalas dengan buah"

" Jadilah seperti pohon kayu yang lebat buahnya, tumbuh di tepi jalan.. Dilempar buahnya dengan batu, tetap dibalas dengan buah."  -Sayyidina Abu Bakar As-Shiddiq-

telisik hari tua (Song: The Potters - Temani Masa Tua)

Gambar
Hai, sahabat handmade! Sudah sangat lama nggak berjumpa lagi sama postingan arifa yaaa.. maklum 2 tahun belakangan keasikan sama belajar, kerja, dan acara macam-macam.  Posting kali ini arifa mau mengajak Sahabat menelisik masa depan kita sama-sama.. masa depan seperti yang ditampilkan di video di bawah ini.. Cek bareng yuk :))   Video klip diatas merupakan video yang dibuat oleh seorang anak Malaysia sebagai wujud dan bukti kerinduannya pada Ayahanda. Sang Ayah meninggal di usia 90, dimana adik-adiknya sudah lebih dulu meninggalkannya. Anaknya dengan penuh keinginan menunjukkan betapa besar kasih dan sayangnya kepada Ayah seluruh dunia dengan meng-upoad video ini ke Youtube. Menurutnya, Ayahnya adalah sosok yang sangat mewakili para orang tua yang telah merasakan banyak kesepian, rasa kecewa, sedih, dan bangga selama rentang hidupnya yang sangat lama.. Uploader video bermaksud menyampaikan pesan kemanusiaan yang dalam lewat video yang dibuatnya. Lagu yang d...

karena ide tidak sepaket dengan realisasinya

"Imagro's Birthday Cake from Me" --- karena ide tidak datang sepaket dengan realisasinya.  saat itulah jiwa-jiwa yang bergelora mulai gelisah. hati-hati cemerlang itu mulai gundah. keraguan menimbang-nimbang apakah peluang berhasil bisa lebih dari pada cuma setengah. bala bantuan mulai dicari. semangat saat memiliki ide itu untuk pertama kalinya memang mulai meluntur, mulai sedikit2 kendur. tapi ada saja jiwa yang masih percaya. meski terseok-seok menggiring ide menuju tempat pentas yang sesungguhnya, hati ini diajak untuk selalu yakin dan bergelora. begitulah karena ide tidak hadir sekaligus dengan action nya. tiba-tiba datang sang kekhawatiran tanpa diundang. satu demi satu, kita didatangi tamu-tamu "terhebat" perusak optimisme kecil kita. kecemasan, kegalauan, kelelahan.. ekspektasi kita mulai terkikis laiknya erosi menjilati tanah negeri. suatu waktu bahkan kita mulai berhenti berharap. memenangkan kecemasan dan teman-temannya dalam kepala kita. melup...

pemuda: menawarkan masa depan

"kepada siapa masa depan Indonesia ini kami percayakan, kalau bukan pada pemuda?" pemuda tidak hidup di masa lalu, tapi ia besar di masa sekarang, maka dari itu ia tidak melihat masa lalu, melainkan menawarkan masa depan. pemuda tidak tergiur dengan lembaran. karena ia datang menyalurkan bantuan. pemuda bukan hasil bentukan reformasi. tapi pemuda-lah yang mewujudkan reformasi itu.  masa depan adalah kebangkitan atau kegelapan. dan pemuda memilih satu yakni kemajuan bangsa. pemuda kini, pemuda demokrasi, merasa tidak pernah perlu untuk menengok ke belakang. mereka tidak pernah ingin kembali. karena pemuda berjalan maju, menghadapi rasa pesimis, dan berarak seolah pemuda menggenggam masa depan. 

belajar dari Agus Salim

"Kita membutuhkan pemimpin yang bersahaja, pikirannya mendalam, artikulasinya santun-cerdas, dan sikapnya tegas. Pemimpin yang mampu membuat orang yang dipimpin bergerak, turun tangan, dan berkontribusi untuk menyelesaikan masalah. Bukan pemimpin yang menumbuhkan afeksi pasif, yang membuat orang yang dipimpin terlena dan tidak bisa keluar dari jebakan pola patron-klien yang mengungkung demikian lama." - Seri Buku Tempo: Bapak Bangsa, "Agus Salim, Diplomat Jenaka Penopang Republik"-

it's perfectly imperfect

Gambar
"Nggak ada waktu yang tepat saat kita menemukan tempat yang tepat. Dan begitu juga sebaliknya." Karena inilah alam dengan hukum ketidaksempurnaannya. Hanya alam yang tidak akan pernah menawarkan seratus persen kenyamanan dalam hidup siapa saja. Apapun bentuk penghuninya. Entah manusia yang pernah dijuluki makhluk paling sempurna. Atau tumbuhan yang bahkan berpindah tempat pun tak kuasa. Atau juga hewan dengan segala kebodohan instingnya. Kita tidak bisa menemukan semua-tepat-sedia untuk kebahagiaan kita. Hidup sengaja diciptakan tidak nyaman. Tidak selalu pas dengan suasana hati, kecuali kita yang berusaha menyesuaikan. Sudah tak boleh lagi ada alasan berhenti berjuang. Hidup saja berjalan, semakin hari semakin keras menantang. Jika kita memutuskan berhenti dan diam, sudah habis ditelan cepatnya sang zaman hengkang.  Tidak ada comfort-zone dalam kamus pemenang. Dia harus segera keluar dari tempat terkutuk itu lalu mencari kebahagiaan hidup di dunia yang sama sekali tak...